Tuesday, 6 November 2012

Selamat Pagi

Agam, Sumatera Barat
Mungkin terlalu pagi untuk mengucap ini, tapi aku ingin merasakan semangat pagi. Aku ingin menjalani pagi yang segar seperti kebanyakan orang. Mereka yang mendapat harapan baru dari matahari yang memberikan kehangatan baru. Dan kesejukan saat titik-titik embun terbawa angin, semilir.

Seharusnya pagi pun indah bagiku, tapi tidak. Aku pecinta fajar, jauh sebelum pagi datang. Jauh sebelum matahari bertandang, menghangatkan dunia yang lembab semalaman. Membasuh semangatku yang menguap bersama embun dan kesejukan fajar.

Bukan berarti aku tak suka kehangatan. Aku hanya lelah pada benderang yang seharusnya membawa kebahagiaan tapi masih kulihat ribuan tetes air mata kesedihan. Kesedihan yang tak terbaca saat fajar karena mereka masih terlelap dalam mimpi-mimpi bahagia. Ya, aku memilihnya seperti itu saja.

No comments:

Post a comment